Jumat, 21 Oktober 2022

Apa hukumnya orang yang membela penguasa yang tidak menerapkan hukum Allah?

H
ukum orang yang membela penguasa yang tidak menerapkan hukum Islam. Pembahasan terkait hukum Islam seputar iman, pembatal, iman dan Islam, Thaghut, murtad dan soal kekufuran dan kemusyrikan adalah perkara penting dan mendasar dalam islam dan umat islam wajib faham dan mempelajari sampai mendasar sebelum memberikan porsi waktu untuk mempelajari kepada perkara perkara cabang dalam Islam 






Pertanyaan:

Apa hukum nya membela penguasa yg bukan berhukum kpd hukum Alloh?"*

Jawaban:

Alhamdulillahi washolatu wassalam 'ala nabiyyina Muhammad wa'ala alihi washobihi wassalam amma ba'du

 *AKIBAT BODOH TIDAK FAHAM AKAN TOGHUT AKHIRNYA MURTAD MENJADI HAMBA PEMBELA TOGHUT*
-
Banyak nya tidak paham thogut, akibatnya mereka adalah orang orang yg menyembah fira'un fira'un era akhir zaman ini. .

Membela penguasa yg tidak menegakkan hukum Alloh dan memerangi orang yg hendak menegakkan kil4f4h,hukum hukum Alloh. (menuhankan diktator fira'un sama saja penghambaan pada nya selain pada Allah) 

DEFINISI THOGHUT

"Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelummu? Tetapi mereka masih menginginkan KETETAPAN HUKUM KEPADA TOGHUT , padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari Thaghut itu." (An-Nisa : 60)

Ibnul-Qayyim rahimahulloh berkata : “Dan barangsiapa yang mencari hukum terhadap seterunya kepada selain Alloh dan Rasul-Nya maka dia telah berhukum kepada Thaghut, dan padahal dia telah diperintahkan untuk kufur kepada Thaghut, dan tidaklah seorang hamba kufur kepada Thaghut hingga dia menjadikan hukum hanya kepada Alloh saja”. 

Thoghut adalah segala sesuatu yang diperlakukan melampaui batasnya, seperti disembah, diikuti atau ditaati. Setiap orang yang behakim kepada selain kitabullah dan sunnahnya, berarti telah berhakim kepada thoghut yang wajib di ingkari, dan ia telah melampaui batas dari apa yang disyariatkan Alloh dan rosulnya. Dan ia telah menempatkan suatu tempat yang tidak layak baginya.

Syaikh fauzan (ulama rujukan talafi murjiah) pun juga berkata "makna thoghut salah satunya adalah berhukum dengan selain hukum Alloh"
( lalu apa kabar pemimoin di negeri dongeng ini ? )

Imam al-Jauhari berkata: thaghut ialah kahin, yaitu tukang tenun dan tukang tilik yang mengaku mengetahui perkara-perkara ghaib dan tersembunyi. 

Mujahid dan umar bin Khattab berkata: thaghut ialah syaitan.

Ad-Dhahak dan as-Sudiy berkata: thaghut ialah patung-patung berhala.

Imam al-Qurthubi berkata: (perintah Allah ) supaya menjauhi dari thaghut bermaksud;  meninggalkan segala yang disembah atau dipuja selain Allah seperti syaitan, kahin, berhala-berhala dan orang-orang yang mengajak orang lain kepada kesesatan. Semuanya dipanggil thaghut.

Imam at-Tabari (Abu Ja'afar at-Tabari juga berkata thaghut ialah segala yang melampui batas yang menentang Allah , lalu disembah selain Allah . Orang-orang yang menyembah thaghut itu meliputi semua  baik yang menyembah dengan terpaksa, baik perkara yang disembah dan dipuja itu benda, manusia atau patung berhala.

Muhammad bin Abdul Wahhab mengatakan, thaghut itu umum meliputi segala perkara yang disembah selain Allah dan ia ridh0 kepadanya, baik benda yang disembah atau diikuti atau ditaati, dan taghut itu banyak. Pembesarnya ada lima jenis yaitu:

1. Syaitan,  yang mengajak dan memperdaya orang lain supaya melakukan ibadat selain daripada Allah.

2. Pemerintah zolim yang merubah hukum-hukum Allah .

3. Orang yang memutuskan perkara bukan dengan hukum yang diturunkan oleh Allah (pemerintah yang menghukum dengan hukum ciptaan manusia).

4. Orang yang mengaku mengetahui perkara ghaib seperti tukang tenun, tukang tilik dan tukang nujum.

5. Orang atau benda yang disembah atau dipuja selain Allah sedangkan dia ridha disembah atau dipuja.

Maka ketahuilah bahwa manusia tidak menjadi seorang yang beriman kepada Allah kecuali jika dia kufur kepada Thaghut. 
Firman Allah Ta’ala: 

"Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar (Ar-Rusydu) dengan jalan yang sesat (Al-Ghay). Maka barangsiapa yang kufur kepada Thaghut dan beriman kepada Allah maka dia telah berpegang kepada buhul tali yang sangat kokoh yang tidak akan terputus, dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Al-Baqarah : 256)

Ar-Rusydu adalah Dien Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, dan al-Ghay adalah dien Abu Jahal, dan buhul tali yang kuat itu adalah Syahadat Laa Ilaaha Illallah, yang didalamnya mengandung makna nafyu (peniadaan) dan itsbat (penetapan). Peniadaan akan seluruh jenis ibadah kepada selain Allah Ta’ala, dan menetapkan seluruh jenis ibadah hanya untuk Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya. 

Syaikh Abdullah Abu Bathin rahimahullah berkata : 

"Thaghut mencakup seluruh yang diibadahi selain Allah, seluruh pemimpin kesesatan, yang mengajak kepada kebathilan dan memperbagusnya, dan mencakup juga: semua yang ditunjuk oleh manusia untuk menghukumi di antara mereka dengan hukum-hukum jahiliyah yang kontradiksi dengan hukum-hukum Allah dan Rasul-Nya. 

Juga mencakup: para dukun, penyihir, penunggu berhala, yang menyeru untuk beribadah kepada penghuni kubur dan sebagainya, yang mengarang-ngarang cerita dusta sesat kepada orang-orang bodoh, yang membuat seolah penghuni kubur dapat memenuhi kebutuhan mereka dengan cara bertawajjuh dan menuju kepadanya, dan bahwa dia telah melakukan ini dan itu, yang merupakan kedustaan dan termasuk perbuatan setan, untuk membuat manusia samar dan mengira bahwa penduduk kubur dan selainnya dapat memenuhi kebutuhan orang yang menghadapnya, sehingga mereka terjatuh ke dalam syirik akbar dan pengikutnya. Dan pokok ini semua ini adalah, yang terbesar dan paling utama: setan. Dia adalah Thaghut terbesar." (Ad-Durar As-Saniyyah)


Barakallohufikum




Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.”
(HR. Muslim no. 1893)

Barangsiapa yang mengajak pada petunjuk, maka ia akan mendapat pahala orang yang mengikutinya, yang demikian itu tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun” (HR. Muslim no. 2674)

“…Jika ia berkeinginan melakukan kebaikan kemudian ia melakukannya, Allah mencatat untuknya 10 hingga 700 kali lipat kebaikan sampai tak terhingga…” (HR. Muttafaqun ‘Alaih)




********
Raih pahala mengalir dengan cara membagikannya. Tidak Perlu Ketik Ulang, Kirimkan ke WA info ini, klik logo share1 untuk WA, untuk telegram share2:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAHASAN POPULER