DAN TAKUTLAH KALIAN KEPADA MUSIBAH ATAU BENCANA DAN FITNAH, YANG AKAN MENIMPA BUKAN HANYA KEPADA ORANG ORANG YANG BERBUAT KEZDALIMAN DAN KEMUNGKARAN SAJA.
Peringatan Allah tersebut sudah kita baca dalam ayat suci alquran. Bencana dan musibah tersebut akan terjadi secara merata tanpa pandang bulu sisebabkan oleh kesalahan kesalahan manusia pelaku durhaka, dan yang sudah abai akan amalan mulia berupa amar ma'ruf nahi munkar!
Dan dalam hadist rasul ditegaskan, jika kita meninggalkan kedua kewajiban tersebut ditengah tengah kita, maka dampak nya: JIKA KITA BERDOA AGAR TERHIDAR DARI MUSIBAH DAN BENCANA YANG MERATA TERSEBUT, NAMUN DOA KITA TIDAK AKAN DIKABULKAN!
Ali bin Abi Thรขlib Radhiyallahu anhu berkata:
ู َุง َูุฒََู ุจَูุงَุกٌ ุฅِูุงَّ ุจِุฐَْูุจٍِ َููุงَ ุฑُِูุนَ ุจَูุงَุกٌ ุฅِูุงَّ ุจِุชَْูุจَุฉٍ
"Tidaklah musibah itu menimpa, kecuali disebabkan dosa, dan musibah itu tidak akan diangkat kecuali dengan taubat."
Allahu Akbar ampunilah kami orang orang beriman, kami telah lalai begitu lamanya, seiring dengan tiadanya kepemimpinan islam, payung kekuatan pembela dan pengayom kami di bumi ini ya Rabb..
Dan kita merasakan apa yang di nubuwahkan Rasul dan di firmankan Allah swt.
DAN KITA TIDAK TAHU BENCANA DAN MUSIBAH YANG MERATA TERSEBUT. YANG JELAS HANYA KITA YANG MERASAKANNYA SEPERTI HALNYA SEKARANG INI.
COBA RENUNGKAN KONDISI YANG MENIMPA KITA SAAT INI? Bukankan itu musibah dan, wabah, bencana serta fitnah yang tidak merata?
Dalam Al-Quran surat Al- Anfaal ayat 25, Allah SWT berfirman :
{َูุงุชَُّููุง ِูุชَْูุฉً َูุง ุชُุตِูุจََّู ุงَّูุฐَِูู ุธََูู ُูุง ู ُِْููู ْ ุฎَุงุตَّุฉً َูุงุนَْูู ُูุง ุฃََّู ุงََّููู ุดَุฏِูุฏُ ุงْูุนَِูุงุจِ } [ุงูุฃููุงู: 25]
“Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kalian. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.”
Mengomentari ayat ini, Ibnu ‘Abbas berkata, “Allah memerintahkan kepada kaum Mukminin agar tidak mendiamkan saja kemungkaran terjadi di sekitar mereka sehingga azab tidak menimpa secara merata kepada mereka.
ุนَْู ุฒََْููุจَ ุจِْูุชِ ุฌَุญْุดٍ ุฃَََّููุง ุณَุฃََูุชْ ุฑَุณَُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ََููุงَูุชْ َُูู: َูุง ุฑَุณَُูู ุงَِّููู، ุฃََُِْูููู ููููุง ุงูุตَّุงِูุญَُูู؟ َูุงَู: (َูุนَู ْ ุฅِุฐَุง َูุซُุฑَ ุงْูุฎَุจَุซُ”.
Di dalam Shahih Muslim dari Zainab binti Jahsy bahwasanya ia bertanya kepada Rasulullah SAW,
“Wahai Rasulullah, apakah kami akan dibinasakan padahal ada orang-orang shalih di tengah kami.?” Beliau menjawab, “Ya, bila keburukan telah demikian banyak.”
Ayat tersebut menyiratkan bahwa siksaan atau azab yang ditimpakan Allah sebagai balasan atas kezaliman yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok kecil orang tidak saja menimpa si pelaku kezaliman tetapi bisa juga menimpa orang-orang lain yang tidak bersalah atau tidak terlibat dalam kezaliman tersebut.
Orang-orang yang tidak bersalah sering harus turut menanggung penderitaan yang timbul sebagai azab atas kezaliman yang dilakukan orang lain.
Korupsi dan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan adalah bentuk kezaliman lain yang berakibat serupa. Para pelakunya mendapatkan “kenikmatan” dan “kemakmuran” di atas penderitaan masyarakat banyak.
Imam Ahmad meriwayatkan:
ุนَْู ุฃُู ِّ ุณََูู َุฉَ ุฒَْูุฌَ ุงَّููุจِِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุงَูุชْ: ุณَู ِุนْุชُ ุฑَุณَُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َُُูููู: “ุฅِุฐَุง ุธََูุฑَุชِ ุงْูู َุนَุงุตِู ِูู ุฃُู َّุชِู، ุนَู َّูู ุงَُّููู ุจِุนَุฐَุงุจٍ ู ِْู ุนِْูุฏِِู”. َُْูููุชُ: َูุง ุฑَุณَُูู ุงَِّููู، ุฃَู َุง ِِูููู ْ ุฃَُูุงุณٌ ุตَุงِูุญَُูู؟ َูุงَู: “ุจََูู”، َูุงَูุชْ: َََْูููู َูุตَْูุนُ ุฃَُููุฆَِู؟ َูุงَู: “ُูุตِูุจُُูู ْ ู َุง ุฃَุตَุงุจَ ุงَّููุงุณُ، ุซُู َّ َูุตِูุฑَُูู ุฅَِูู ู َุบِْูุฑَุฉٍ ู َِู ุงَِّููู َูุฑِุถَْูุงٍู”
Dari Ummu Salamah, dia berkata :
“Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Bila perbuatan- perbuatan maksiat di tengah umatku telah nyata, maka Allah akan menimpakan azab-Nya kepada mereka secara merata.” Ia berkata, “Lalu aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bukankah di tengah mereka itu ada orang-orang yang shalih.?’ Beliau menjawab, “Benar.”
Ia berkata lagi, “Bagaimana jadinya mereka.?” Beliau bersabda, “Apa yang menimpa orang-orang menimpa mereka juga, kemudian nasib akhir mereka mendapatkan ampunan dan keridlaan dari Allah.” (HR Ahmad).
MAKA SOLUSINYA KITA KEMBALI KEPADA ALQURAN DAN ASSUNNAH DAN BERJUANG UNTUK MENGAMALKANNYA SECARA KAFFAH DALAM KEHIDUPAN KITA.
DAN ITU TENTUNYA WAJIB DISERTAI MEJALANKAN PETUNJUK TEKNIS BAGAIMANA MENJALANKANNYA DI TENGAH TENGAH KEHIDUPAN KITA MELALUI AMALAN : AMAR MAKRUF, WA NAHYI MUNKAR PADA TINDAK DAN TANDUK WUJUD BENTUK KEMUNGKARAN APA SAJA DIMANA SAJA KITA MELIHAT KEDZALIMAN, KEKUFURAN KEMUSYRIKAN. BAIK YANG DILAKUKAN PRIBADI, KELUARGA, MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN.
Allah Azza wa Jalla berfirman menyebutkan ciri-ciri para penguasa pilihan-Nya:
َََْููููุตُุฑََّู ุงَُّููู ู َْู َْููุตُุฑُُู ۗ ุฅَِّู ุงََّููู ٌََِّูููู ุนَุฒِูุฒٌ ุงَّูุฐَِูู ุฅِْู ู َََّّููุงُูู ْ ِูู ุงْูุฃَุฑْุถِ ุฃََูุงู ُูุง ุงูุตََّูุงุฉَ َูุขุชَُูุง ุงูุฒََّูุงุฉَ َูุฃَู َุฑُูุง ุจِุงْูู َุนْุฑُِูู َََْููููุง ุนَِู ุงْูู َُْููุฑِ ۗ ََِِّูููู ุนَุงِูุจَุฉُ ุงْูุฃُู ُูุฑِ
Allah pasti akan menolong orang-orang yang menolong (agama)-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (yaitu) orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di muka bumi, mereka menegakkan shalat, menunaikan zakat, memerintahkan kepada kebajikan dan mencegah dari yang munkar, dan kepada Allah lah kembali segala urusan.” [al-Hajj/22: 40-41]
GANJARAN BAGI ORANG-ORANG YANG MENEGAKKAN PILAR AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR SEALAMAT DARI LAKNAT.
Allah Azza wa Jalla berfirman untuk mengabarkan akan pertolongan-Nya bagi para penegak panji nan agung ini dari laknat yang telah menimpa Ashรขb Sabt:
ََููู َّุง َูุณُูุง ู َุง ุฐُِّูุฑُูุง ุจِِู ุฃَْูุฌََْููุง ุงَّูุฐَِูู َََْْููููู ุนَِู ุงูุณُّูุกِ َูุฃَุฎَุฐَْูุง ุงَّูุฐَِูู ุธََูู ُูุง ุจِุนَุฐَุงุจٍ ุจَุฆِูุณٍ ุจِู َุง َูุงُููุง َْููุณَُُููู
Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka kami menyelamatkan orang-orang yang mencegah perbuatan jahat dan kami timpakan kepada orang yang berbuat dzalim siksaan yang keras disebabkan mereka selalu berbuat fasik” [al-A’raf :165]
sabda Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
َูุงَّูุฐِู َْููุณِู ุจَِูุฏِِู َูุชَุฃْู ُุฑَُّู ุจِุงْูู َุนْุฑُِْูู ََููุชَََُّْูููู ุนَْู ุงْูู َُْููุฑِ ุฃَْู َُْูููุดََِّูู ุงَُّููู ุฃَْู َูุจْุนَุซَ ุนََُْูููู ْ ุนَِูุงุจًุง ู ِْู ุนِْูุฏِِู ุซُู َّ َูุชَุฏْุนَُُّูู َููุงَ َูุณْุชَุฌِْูุจُ َُููู ْ
Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, hendaknya kalian betul-betul melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar atau (jika kalian tidak melaksanakan hal itu) maka sungguh Allah akan mengirim kepada kalian siksa dari-Nya kemudian kalian berdoa kepada-Nya (agar supaya dihindarkan dari siksa tersebut) akan tetapi Allah Azza wa Jalla tidak mengabulkan do’a kalian. [HR Ahmad dan at-Tirmidzi dan dihasankan oleh al-Albรขni dalam Shahรฎhul Jรขmi’] [9]
Hadits di atas menunjukkan bahwa orang yang meninggalkan amar ma’ruf nahi mungkar permintaannya tidak dikabulkan oleh Allah Azza wa Jalla
Melihat kemungkaran, ingat syariah, ingat syariah maka, ingat khilafah sebagai institusi formal pelaksana syariah.
Mari kita amalkan bersama, saling mengingatkan, jika kita tidak ingin tertimpa kembali musibah, bencana yang yang serupa yang sesudah dan sedang terjadi dan yang akan datang yang diancamkan keoada orang orang yang berbuat kedurhakan di bumi Allah ini.
Terakhir kami sampaikan firman Allah Azza wa Jalla :
ُูุนَِู ุงَّูุฐَِูู ََููุฑُูุง ู ِْู ุจَِูู ุฅِุณْุฑَุงุฆَِูู ุนََٰูู ِูุณَุงِู ุฏَุงُููุฏَ َูุนِูุณَู ุงุจِْู ู َุฑَْูู َ ۚ ุฐََِٰูู ุจِู َุง ุนَุตَْูุง ََููุงُููุง َูุนْุชَุฏَُูู َูุงُููุง َูุง َูุชََูุงََْููู ุนَْู ู َُْููุฑٍ َูุนَُُููู ۚ َูุจِุฆْุณَ ู َุง َูุงُููุง َْููุนََُููู
Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat dengan lisan Dรขwud dan Isa putera Maryam. Hal itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampauhi batas. Mereka satu sama lain senantiasa tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat, sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. [al-Mรขidah/5:78-79]
sebagai realisasi firman Allah Azza wa Jalla :
َูุชَุนَุงَُูููุง ุนََูู ุงْูุจِุฑِّ َูุงูุชََّْٰููู ۖ ََููุง ุชَุนَุงَُูููุง ุนََูู ุงْูุฅِุซْู ِ َูุงْูุนُุฏَْูุงِู Dan tolong-menolonglah kalian dalam melaksanakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan [al-Mรขidah/5:2]
Dengan pasti sebagai jamina dari Allah bagi yang tunduk dan melaksanakan segala perintahya:
SUNGUH SESUDAH KETAKUTAN DAN KESULITAN ITU AKAN ADA KEMUDAHAN, SESUDAH KETAKUTAN DAN KESULITAN ITU AKAN ADA KEMUDAHAN. MARI KITA SAMBUT APA YANG TELAH ALLAH JANJIKAN ITU DENGAN PENUH KESADARAN DAN KEIMANAN!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar