Kehidupan seorang Hamba Allah di dunia ini ada dalam dua kondisi yang tidak bisa dihindarkan baik oleh muslim atau non muslim. Karena sejatinya jalan hidup di dunia ini hanya ada dua jalan, jalan kiri dan jalan kanan. Jalan benar islam dan jalan salah kekufuran.
ََููุฏََُْٰููู ูฑَّููุฌْุฏَِْูู
Wa hadainฤhun-najdaฤซn Terjemah Arti: Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan, Tafsir Quran Surat Al-Balad Ayat 10 10. Dan kami tunjukkan kepadanya jalan kebaikan dan jalan kebatilan.
Mau pilih mana? Pilih jalan kiri atau jalan kanan?
{ู َْู ََููุฑَ ุจِุงَِّููู ู ِْู ุจَุนْุฏِ ุฅِูู َุงِِูู ุฅِูุง ู َْู ุฃُْูุฑَِู ََْูููุจُُู ู ُุทْู َุฆٌِّู ุจِุงูุฅูู َุงِู ََِْูููู ู َْู ุดَุฑَุญَ ุจِุงُْْูููุฑِ ุตَุฏْุฑًุง َูุนََِْูููู ْ ุบَุถَุจٌ ู َِู ุงَِّููู ََُูููู ْ ุนَุฐَุงุจٌ ุนَุธِูู ٌ (106) ุฐََِูู ุจِุฃََُّููู ُ ุงุณْุชَุญَุจُّูุง ุงْูุญََูุงุฉَ ุงูุฏَُّْููุง ุนََูู ุงูุขุฎِุฑَุฉِ َูุฃََّู ุงََّููู َูุง َْููุฏِู ุงَْْูููู َ ุงَْููุงِูุฑَِูู (107) ุฃَُููุฆَِู ุงَّูุฐَِูู ุทَุจَุนَ ุงَُّููู ุนََูู ُُูููุจِِูู ْ َูุณَู ْุนِِูู ْ َูุฃَุจْุตَุงุฑِِูู ْ َูุฃَُููุฆَِู ُูู ُ ุงْูุบَุงَُِูููู (108) َูุง ุฌَุฑَู َ ุฃََُّููู ْ ِูู ุงูุขุฎِุฑَุฉِ ُูู ُ ุงْูุฎَุงุณِุฑَُูู (109 }
Raih pahala mengalir dengan cara membagikannya. Tidak Perlu Ketik Ulang, Kirimkan ke WA info ini, klik logo share1 untuk WA, untuk telegram share2:

Kondisi pertama seorang muslim bahwa hidupnya dihadapkan dengan janji Allah. Baik itu janji surga jika mentaati perintahnya,
Kondisi kedua dimana seorang muslim tidak akan bisa menghindar dari janji allah berupa ancaman azdab neraka jika menghindar atau dari ketentuannya syariat nya, yakni menolak aturannya, atau menganggap biasa biasa ketika kehidupan ini dalam kondisi tidak diterapkannya syariat islam. Atau merasa enak dan enjoy hidup dalam aturan jahiliyah aturan manusia. Dimana Allah sendiri akan mengazdabnya dengan azdab yang pedih bagi siapa saja yang mencondongkan diri (terlibat langsung, mendukung, ber wala loyalitas, membelanya dll yg serupa) kepada aturan kufur dan para pendukungnya.
Pada dua kondisi ini kita dihadapkan kepada dua pilihan apakah mau dalam kondisi islami atau kondisi jahiliyah.? Mau pilih jalan kiri (fujura) dan jalan kanan (wa Taqwaaha). Allah SWT berfirman:
”Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan Fujur (kefasikan) dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (As-Syams: 8-10).
Akhir nasib yang siap dalam kondisi pertama yakni kondisi islami jelas Allah menjanjikan kehidupan aman tentram dan damai, serta surga yg abadi setelah akhir kehidupannya kelak diakhirat.
Sebaliknya akhir nasib kondisi kedua (dimana dirinya hidup ada dalam sistem aturan kufur aturan jahiliah aturan buatan manusia saat ini) maka siap saja yang ada didalamnya akan berakhir dengan azdab Allah neraka. Jika dirinya mendukung, rido, membela, mentaati dan pasrah kepada aturan manusia.
Masalahnya apakah kita menyadari bahwa kehidupan kita sekarang ini ada dalam kondisi jahiliyah penuh dengan kemusyrikan dan kekufuran?
Jika seseorang belum menyadari kondisi yang sebenarnya saat ini, maka tidak bisa diharapkan dia akan sadar dan menyadari keterlenaan dan betapa besar dosa nya jika meridoi dan membiarkan diri dalam gelimang dosa. Dia tidak akan menyadari aoak dirinya adalam kebenaran ataunsebaliknya? Keasadaran semacam itu hanya akan tumbuh dalam jiwa orang yang sudah siuman dari tidurnya. Atau kesadarannya sudah normal dan menerima peringatan dan seruan para penyeru agama Allah yang menghampiri dia siang malam dengan penuh rasa kasihan dan iman akan tugas dan kewajiaban bersama seorang hamba muslim.
Jadi jika seseorang hamba muslim atau siapa saja ingin hidup dan meniti jalan selamat, maka sudah seharusnya menyadari akan apa yang terjadi di sekelilingnya. Apakah dalam kondisi menguntungkan dirinya baik untuk kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat kelak? atau sebaliknya berada dalam kondisi yang merugikan dirinya untuk kepentingan hidup didunia dan diakhiratnya kelak.
Sungguh arah kehidupan cerah atau buramnya kedepan seorang hamba muslim ditentukan oleh kondisi dimana ia hidup di Dunia. Ditentukan juga oleh keterikatan pada sebuah aturan yang mesti ia jalankan. Dan itu ditentukan oleh pilihan jalan yang mana yang ia pilih ketika di dunia. Jika memilih diam diri dan cukup dengan kehidupan jahiliyah maka sudah sunatullah maka akan mengatarkan dirinya kepada ancaman Allah (dan dia berada di jalan kiri) yaitu jalan fuzur.
Dan sebaliknya jika jalan kanan maka akan mengantarkannya kepada ampunan dan surganya. (Dan dia berada di jalan kanan yaitu jalan taqwa) jalan kanan inilah golongan yang beruntung.
Ayat Allah berikut ini menggambarkan dua jalan pilihan manusia dan dua sikap atau kondisi akhir kehidupan nya dihadapan Allah kelak. Allah swt berfirman:
{ู َْู ََููุฑَ ุจِุงَِّููู ู ِْู ุจَุนْุฏِ ุฅِูู َุงِِูู ุฅِูุง ู َْู ุฃُْูุฑَِู ََْูููุจُُู ู ُุทْู َุฆٌِّู ุจِุงูุฅูู َุงِู ََِْูููู ู َْู ุดَุฑَุญَ ุจِุงُْْูููุฑِ ุตَุฏْุฑًุง َูุนََِْูููู ْ ุบَุถَุจٌ ู َِู ุงَِّููู ََُูููู ْ ุนَุฐَุงุจٌ ุนَุธِูู ٌ (106) ุฐََِูู ุจِุฃََُّููู ُ ุงุณْุชَุญَุจُّูุง ุงْูุญََูุงุฉَ ุงูุฏَُّْููุง ุนََูู ุงูุขุฎِุฑَุฉِ َูุฃََّู ุงََّููู َูุง َْููุฏِู ุงَْْูููู َ ุงَْููุงِูุฑَِูู (107) ุฃَُููุฆَِู ุงَّูุฐَِูู ุทَุจَุนَ ุงَُّููู ุนََูู ُُูููุจِِูู ْ َูุณَู ْุนِِูู ْ َูุฃَุจْุตَุงุฑِِูู ْ َูุฃَُููุฆَِู ُูู ُ ุงْูุบَุงَُِูููู (108) َูุง ุฌَุฑَู َ ุฃََُّููู ْ ِูู ุงูุขุฎِุฑَุฉِ ُูู ُ ุงْูุฎَุงุณِุฑَُูู (109 }
"Barang siapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah),kecuali orang yang dipaksa kafir, padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih daripada akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran, dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah; dan mereka itulah orang-orang yang lalai. Pastilah bahwa mereka di akhirat nanti adalah orang-orang yang merugi." (QS. An-Nahl: 106
JADI TENTUKANLAH PILIHAN KITA SEKARANG. PILIH JALAN KIRI ATAU JALAN KANAN DENGAN SEGALA KONSEKWENSINYA?
Raih pahala mengalir dengan cara membagikannya. Tidak Perlu Ketik Ulang, Kirimkan ke WA info ini, klik logo share1 untuk WA, untuk telegram share2:


Tidak ada komentar:
Posting Komentar