Kamis, 18 April 2024

Khilafah tidak akan tegak jika

 *KHILAFAH TIDAK AKAN TEGAK, JIKA....*



Oleh : *Ahmad Khozinudin*

Sastrawan Politik 

Khilafah, adalah kewajiban sekaligus takdir yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Khilafah, pasti tegak, meskipun dihalangi oleh seluruh penduduk bumi.

Hanya saja, secara fitrah Khilafah juga tunduk pada hukum kausalitas yang merupakan sunatullah. Sebagaimana dahulu, Rasulullah Saw juga akhirnya menegakan Daulah Islam di Madinah, setelah melampaui sejumlah sunatulah.

Sunatulah yang diupayakan oleh Rasulullah Saw adalah dukungan umat dan penjagaan Ahlun Nushroh. Tanda kekuasan tegak adalah ketika Ahlun Nusroh dan umat, melalui wakilnya, memberikan bai'at kepada Khilafah.

Untuk mendapatkan dukungan umat dan penjagaan dari ahlun Nushroh, mutlak dibutuhkan pembinaan umat dan pengkondisian dukungan opini umum pada penegakan Khilafah. Agar Khilafah menjadi opini umum, maka Khilafah harus disampaikan kepada umat secara terbuka, secara berulang, hingga tumbuh kesadaran akan urgensi dan kewajiban Khilafah, sampai akhirnya  mewujud keyakinan Khilafah harus segera diwujudkan.

Khilafah tidak akan tegak, jika para pengembannya tidak menyampaikannya secara berulang, dalam forum terbuka agar menjadi opini umum dan keyakinan umat.

Khilafah tidak akan tegak, jika para pengembannya menghindari menyampaikan Khilafah, menggantinya dengan narasi lain, yang membuat umat kebingungan mengindera narasi kebangkitan dan metode yang ditempuh untuk menuju kebangkitan.

Khilafah tidak akan tegak, jika para pengembannya cinta dunia dan takut mati. Lebih mengutamakan diri, keluarga, harta, rumah yang ditinggali, ketimbang bersusah payah mendakwahkan Khilafah.

Khilafah tidak akan tegak, jika para pengembannya takut pada rezim zalim, berusaha mencari ridlo rezim dan menghindari benturan yang merupakan keniscayaan, karena Al Haq dan Al Batil selamanya adalah musuh dan akan saling menyerang dan mengalahkan.

Khilafah tidak akan tegak, jika para pengembannya sibuk dengan urusan pribadi dan keluarga, tidak melakukan interaksi terbuka sehingga diketahui dengan jelas oleh umat apa misinya dan siapa yang mengemban misi tersebut, hingga umat memberikan kepercayaan secara penuh pada misi Khilafah dan pengembannya.

Khilafah tidak akan tegak, jika para pengembannya memilih untuk menikmati ruang privat yang nyaman, dengan berbagai nasihat dan  motivasi yang disampaikan secara berulang, seraya abai dengan kondisi umat dan permasalahannya yang harus diselesaikan dengan Khilafah. 

Sebaliknya, Khilafah akan segera tegak saat pengembannya menyampaikannya secara berulang, dalam berbagai forum terbuka dengan penuh keberanian dan menantang seluruh ide ide kufur, hingga Khilafah menjadi opini umum dan keyakinan umat.

Khilafah akan segera tegak saat pengembannya fokus menyampaikan Khilafah, tidak melipir dan menggantinya dengan narasi lain, yang membuat umat makin mudah mengindera narasi kebangkitan dan metode yang ditempuh untuk menuju kebangkitan, melalui tegaknya institusi Khilafah.

Khilafah akan segera tegak saat pengembannya mengambil dunia sekedarnya dan rindu mati syahid. Lebih mengutamakan dakwah dari diri, keluarga, harta, rumah yang ditinggali, dan selalu berupaya serius dan sungguh-sungguh mendakwahkan ide Khilafah.

Khilafah akan segera tegak saat pengembannya putus urat takutnya takut pada rezim zalim, berusaha mencari ridlo Allah SWT dan siap berbenturan dengan ide kufur dan rezim zalim, yang merupakan keniscayaan, karena Al Haq dan Al Batil selamanya adalah musuh dan akan saling menyerang dan mengalahkan.

Khilafah akan segera tegak saat pengembannya tidak lagi sibuk dengan urusan pribadi dan keluarga, tetap melakukan interaksi terbuka (merangkai dakwah untuk memperluas dan memperkuat nusrah) sehingga diketahui dengan jelas oleh umat apa misinya dan siapa yang mengemban misi tersebut, hingga umat memberikan kepercayaan secara penuh pada misi Khilafah dan pengembannya.

Khilafah akan segera tegak saat pengembannya memilih untuk tidak menikmati ruang privat yang nyaman, menyampaikan nasihat dan  motivasi sambil terus bersabar dalam ikhtiar pertarungan politik secara terbuka, seraya memberikan perhatian penuh pada kondisi umat dan permasalahannya yang harus diselesaikan dengan Khilafah. [].

BAHASAN POPULER